bawah Sorot News

Viral Tagar 'Indonesia Terserah', Ahli Psikologi: Tenaga Medis akan Kewalahan, Jadi Mereka Protes
4/ 5 stars - "Viral Tagar 'Indonesia Terserah', Ahli Psikologi: Tenaga Medis akan Kewalahan, Jadi Mereka Protes" SOROT.NET - Guru Besar Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Faturrochman menjelaskan fenomena tagar #Indonesiaterserah yang viral ...

Viral Tagar 'Indonesia Terserah', Ahli Psikologi: Tenaga Medis akan Kewalahan, Jadi Mereka Protes

Sorotnet
SOROT.NET - Guru Besar Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Faturrochman menjelaskan fenomena tagar #Indonesiaterserah yang viral di media sosial.

Sejak Jumat (15/5/2020), media sosial dibanjiri tagar #indonesiaterserah yang diunggah warganet dengan disertai foto petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Dalam unggahan tersebut, para petugas medis membawa kertas yang bertuliskan "Indonesia? Terserah".

Meskipun bernada menyerah, namun adanya tagar tersebut tidak berarti para petugas medis menyerah menghadapi pandemi yang tengah melanda.

Menurut Faturrochman, tagar tersebut merupakan bentuk protes tenaga kesehatan terhadap kurangnya disiplin masyarakat terkait pencegahan Virus Corona.

Dilansir Kompas.com, Minggu (17/5/2020), Faturrochman menjelaskan bahwa unggahan tersebut tidak berarti bahwa para petugas medis tidak mau lagi mengurusi penangan pasien Covid-19.

Tulisan "Indonesia Terserah" tersebut merupakan bentuk aksi protes yang dilakukan para tenaga medis.

"Itu protes, jadi bukan menyerah," terang Faturrochman.

Petugas medis khawatir akan adanya lonjakan pasien akibat kurangnya keteriban masyarakat dan adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dampak pelonggaran PSBB tersebut terlihat dari penuhnya pengguna transportasi yang menyesaki terminal, stasiun hingga bandara.


Hal ini dapat meningkatkan potensi penularan Virus Corona sehingga dapat memperbanyak jumlah pasien terjangkit sehingga membuat pihak rumah sakit kewalahan.

"Dengan PSBB yang tidak seketat lockdown pun kasus masih ada terus. Apalagi jika dilonggarkan. Beban tenaga medis akan makin berat," tutur Faturrochman.

"Sudah sejak lama rumah sakit tidak bisa menampung pasien baru. Hingga ada orang-orang yang disarankan untuk isolasi mandiri," kata dia.

"Jika ditambah lagi, para tenaga medis akan sangat kewalahan. Jadi mereka protes," imbuhnya.

Menurut Faturrochman, para petugas kesehatan tersebut melayangkan protes kepada masyarakat dan pemerintah.

Pemerintah dinilai kurang maksimal dalam menegakkan peraturan pembatasan di lapangan.

Selain itu, adanya kerancuan dalam sejumlah kebijakan yang tumpang tindih, juga dinilai bisa membingungkan masyarakat.

"Jelas harus mempertegas implementasinya. Kalau saya lihat di kalangan pengambil kebijakan dan implementer di lapangan terbelah dua," kata Faturrochman.

Pemerintah dinilai tidak fokus menangani pandemi karena melakukan kebijakan yang berpihak pada kesehatan dan ekonomi secara pararel.

Hal ini berdampak pada longgarnya kebijakan PSBB untuk menjaga roda perekonomian tetap berjalan.
 
Sedangka protes pada masyarakat dilontarkan karena sejumlah warga dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan.

Bahkan banyak diantara mereka yang dengan bebas pergi ke luar rumah tanpa menggunakan masker.

"Jika dilihat, masyarakat juga bosan karena terlalu lama di rumah, sehingga ada dorongan keluar rumah," jelas Faturrochman.

Ketidakpedulian sejumlah orang untuk melaksanakan protokol kesehatan tersebut semakin meningkatkan kemungkinan Virus Coroba terus merebak.

Hal ini menimbulkan kejengkelan dari para tenaga medis, sehingga mereka akhirnya mengadakan gerakan "Indonesia Terserah" tersebut.

Sumber: tribunnews.com
loading...

Yang Baru Sorot News

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru